Profil Kabupaten Hulu Sungai Utara
Hulu Sungai Utara di
kenal sebagai salah satu kawasan daerah yang tertinggal dimana 80% luas wilayah
nya berupa Rawa, sehingga dianggap tidak Produktif di sisi lain pertumbuhan
penduduk lamban, pendapatan asli daerah (PAD) minim, apalagi setelah adanya
pemekaran wilayah, kabupaten hulu sungai utara menjadi dua yakni kabupaten hulu
sungai utara dan kabupaten balangan.
Seandainya anda adalah seorang pengambil keputusan maka
kemukakan upaya-upaya yang menurut anda dapat di kembangkan guna mewujudkan
kabupaten hulu sungai utara yang lebih baik dengan berpijak pada karakteristik/
profol wilayah kabupaten hulu sugai utara.
Sebelum menjawab pertanyaan di atas terlebih dahulu kita
harus mengetahui tentang profil kabupaten hulu sungai utara .
Letak Geografis, Iklim dan Curah Hujan
Ditinjau secara geografis, Kabupaten Hulu Sungai Utara
terletak pada koordinat antara 2º sampai 3º lintang selatan dan 115º sampai
116º bujur timur. Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak di daerah
dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 m sampai dengan 7 m di atas
permukaan air laut dan dengan kemiringan berkisar antara 0 persen sampai dengan
2 persen.
Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh
keadaan iklim, keadaan geografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Jumlah
curah hujan terbanyak di tahun 2005 terjadi pada bulan Februari yang mencapai
359 mm dan pada bulan April yang mencapai 351 mm dengan jumlah hari hujan
masing-masing 14 dan 19.
Data penggunaan tanah pada tahun 2005 di wilayah Kabupaten
Hulu Sungai Utara, yaitu:
* Kampung seluas
4.283 ha
* Sawah seluas 23.853
ha
* Kebun campuran
1.859 ha
* Hutan rawa 29.711
ha
* Rumput rawa 22.768
ha
* Danau seluas 1.800
ha
* Penggunaan lainnya
seluas 1.224 ha
Luas Wilayah
Luas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah ± 892,7 km²
atau hanya ± 2,38 persen dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan
Selatan.
Dengan luas wilayah sebesar 892,7 km² ini, sebagian besar
terdiri atas dataran rendah yang digenangi oleh lahan rawa baik yang tergenang
secara monoton maupun yang tergenang secara periodik. Kurang lebih 570 km²
adalah merupakan lahan rawa dan sebagian besar belum termanfaatkan secara
optimal.
Kependudukan
Jumlah penduduk Kabupaten Hulu Sungai Utara berdasarkan
hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010 adalah 209.037 jiwa tersebar di 219
kelurahan/desa. Kabupaten dengan luas wilayah 892,7 km² ini memiliki kepadatan
penduduk (population density) 220 jiwa per km² dan rata-rata setiap keluarga
terdiri dari 4 orang. Laju pertumbuhan penduduk Hulu Sungai Utara antara tahun
2000–2010 sebesar 0,61% dan merupakan urutan terendah untuk kabupaten/kota di
Kalimantan Selatan.
Lain-lain
Di kabupaten ini terkenal dengan dengan fauna khasnya, yaitu
Itik Mamar atau itik Alabio dan kerbau rawa (Latin: Bubalus bubalis) di
kecamatan Danau Panggang dan kecamatan Paminggir.
Sebagaimana kita maklumi bersama keadaan Geografis daerah
hampir 80% merupakan daerah rawa,dengan wilayah terbanyak berada di kecamatan
Danau Panggang, Babirik, dan Paminggir.Yang di tinjau dari segi pemanfaatannya
hanya di pergunakan sebagian kecil oleh masyarakat untuk perikanan dan
pertanian serta sebagian besar lagi belum dikelola dengan baik.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di
Kabupaten Hulu Sungai Utara sangat menuntut pemikiran kita bersama untuk
memberikan solusi kepada pemerintah daerah yang di harapkan sebagai bahan
pertimbangan dalam mengelola segala potensi daerah khususnya pemanfaatan daerah
rawa yang belum potensial menjadi daerah rawa yang dapat memberikan
kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Adapun batas-batas wilayah kabupaten Hulu Sungai Utara
adalah sebelah Utara berbatasan dengan propinsi Kalimantan Tengah dan kabupaten
Tabalong; sebelah Selatan berbatasan dengan kabupaten Hulu Sungai Selatan dan
kabupaten Hulu Sungai Tengah; sebelah Timur berbatasan dengan kabupaten
Balangan; dan sebelah Barat berbatasan dengan kabupaten Barito Selatan propinsi
Kalimantan Tengah.
Dari total luas wilayah yang ada di kabupaten Hulu Sungai
Utara, sebagian besar terdiri atas dataran rendah yang digenangi oleh lahan
rawa baik yang tergenang secara monoton maupun yang tergenang secara periodik.
Kurang lebih 570 km persegi adalah merupakan lahan rawa dan sebagian besar
belum termanfaatkan secara optimal.
Dengan memberdayakan semaksimal mungkin semua potensi yang
ada pada hamparan rawa yang menyatu dengan kawasan rawa diharapkan dapat
meningkatkan perekonomian HSU. Karena hamparan rawa yang cukup luas atau sejauh
mata memandang itu bukan cuma saja potensial dengan sumber daya hayati
perikanan, tapi juga berpotensi untuk multi agri bisnis, seperti pengembangan
peternakan unggas jenis Itik Alabio dan kerbau.
Selain itu, usaha pertanian tanaman pangan, seperti bercocok
tanam padi, terlebih dengan keberadaan Polder Alabio dan dapat berfungsi baik,
maka tata air rawa sekitar kawasan tersebut bisa diatur.
dari total luas lahan yang ada di kabupaten Hulu Sungai
Utara sebagian besar adalah merupakan hutan rawa dan sebagian besar lainnya
merupakan lahan sawah. Hal ini menunjukkan bahwa kabupaten Hulu Sungai Utara
merupakan daerah agraris.
Jadi lahan rawa dapat kita gunakan sebagai alternatif mata
pencaharian masyarakat ditengah sulitnya mencari pekerjaan,pemerintah harus
sangat memerhatikan dan menggunakannya dengan tepat sasaran sehingga lahan rawa
tersebut di gunakan masyarakat dengan terkoordinir sehingga berjalan dgn baik.
Batas Wilayah Administrasi
Kabupaten yang
terletak di bagian utara Provinsi Kalimantan Selatan ini memiliki batas-batas
wilayah:
Sebelah utara : Kabupaten Barito Selatan dan Kab. Tabalong,
Sebelah selatan : Kabupaten Hulu Sungai Selatan
dan Kab. Hulu Sungai Selatan;
Sebelah timur : Kabupaten Balangan,
Sebelah barat : Kabupaten Barito Selatan
(Provinsi Kalimantan Tengah).
Letak Geografi



Tidak ada komentar:
Posting Komentar