Senin, 23 Juli 2012

Tanda Jatuh Cinta

Jatuh cinta itu... sebuah perasaan yang tak bisa dilawan, tak bisa dihindari begitu ia menyapa. Bahagia dan ketawa ketiwi sendiri seperti orang gila. Mendengungkan lagu cinta. Dan diam-diam merindukannya. Ah masa iya sih ini cinta?
Jika masih tak percaya, coba hitung berapa dari 10 tanda berikut ini yang menunjukkan bahwa Anda sedang jatuh cinta.
Tanda 1: Anda punya senyum yang... spesial!
Tidak, bukan senyum ramah yang biasanya Anda tebarkan saat bertemu sahabat atau orang di sekitar Anda. Senyum yang satu ini beda, ia biasa muncul saat Anda sedang chatting dengannya, saat mendengarkan lagu kesukaannya, saat mengingat-ingat kejadian bersamanya tadi pagi...
Hmmm... masih belum mengaku kalau sedang jatuh cinta? Yuk lihat tanda ke dua.
Tanda 2: Kalau dia sering tiba-tiba muncul di pikiran Anda
Sedang konsentrasi pada sesuatu, eh mendadak wajahnya yang malah terbayang. Huh! kok malah dia yang kebayang sih?
Nah kan, tanpa Anda sadari ia sudah diam-diam masuk dan menguasai pikiran Anda.
Tanda 3: Melakukan apapun ingat dia
Duduk di sebuah cafe sendirian seperti yang biasa Anda lakukan, tiba-tiba ada sebuah menu yang Anda tahu bahwa itu adalah menu kesukaannya. Dan demikian juga saat sahabat Anda heboh membahas film The Walking Dead, Anda langsung notice kalau itu juga film favoritnya. Termasuk saat Anda penasaran mencoba sebuah menu makanan yang awalnya Anda tak suka, karena ia bilang enak, Anda jadi ingin mencobanya.
Tanda 4: Mendadak ia muncul di setiap perbincangan
Seru-seruan ngobrol dengan sahabat tiba-tiba namanya muncul dan tak sengaja Anda sebutkan lebih dari tiga kali. Menurut Sigmund Freud, seperti dikutip dari Collegecandy.com, saat seseorang itu berarti dan ada di hati Anda, tanpa disengaja ia akan selalu menjadi bahan pembicaraan dan bagian hidup Anda.
Tanda 5: Apapun yang dilakukannya itu 'manis'
Entah sekedar menemani Anda ke toko buku, mengirimi Anda lagu yang romantis, mengajak Anda nonton film komedi hingga kartun, hal-hal kecil yang dilakukannya selalu terlihat manis.
Bahkan saat ia meminta Anda untuk membelikannya sekotak susu karena ia malu membelinya sendiri. Haha... lucu, tapi juga manis.
Tanda 6: Setiap bangun pagi, Anda merasa bersemangat
Karena siapa lagi Anda bersemangat? Ya tentu saja karena dia. Mood Anda jadi baik dan wajahpun sumringah. Secara otomatis, keseluruhan hari Andapun rasanya menyenangkan.
Tanda 7: Anda tak merasa terganggu akan apapun
Entah itu suara siulan, suara orang sedang mengerjakan bangunan, Anda tak pernah risih dan larut dalam dunia bahagia Anda sendiri.
Bahkan, rerumputan di pinggir jalan serasa bunga-bunga indah yang bermekaran. Membuat dunia Anda serasa ceria dan penuh warna.
Tanda 8: Anda jadi pribadi yang lepas dan bebas
Biasanya, Anda selalu memikirkan segala hal secara mendetail. Termasuk saat membalas SMS-nya, bersikap di depan semua orang, atau memilih menu makanan. Namun, kali ini Anda tak peduli apa yang Anda lakukan itu membuat orang menertawakan Anda. Anda menjadi pribadi yang lepas, lebih ekspresif dan bebas.
Tanda 9: Mendadak ia jadi bahan pembicaraan dengan ibu Anda
Nah, kalau namanya sudah pernah disebut di depan ibu, biasanya ia adalah sosok yang memang spesial. Sekalipun mungkin Anda tak tahu hubungan Anda akan berkembang bagaimana, namun Anda tengah jatuh cinta.
Tanda 10: Anda mulai berkomunikasi fisik dengannya
Tanpa disadari, komunikasi fisikpun sudah mulai Anda lakukan. Sekedar memegang bahunya, dan ia memegang kepala Anda, atau ketika duduk berdekatan.
Bagaimana, masih mau mengelak kalau Anda tak jatuh cinta? Coba deh hitung, berapa banyak kesamaan yang Anda rasakan sekarang. You are definitely in love, darla ;)

Kamis, 14 Juni 2012

ARTI LAMBANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA

Lambang Daerah Hulu Sungai Utara adalah hasil ciptaan dan rencana lambang dari : Yusni Antemas, Amir Husaini, Zainuri Dimyati
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara No : 13/1963 tanggal 6 Nopember 1963, yang disahkan dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 27 September 1965 No. Des 9/27/8-188 dan diundangkan dalam Lembaran Daerah Propinsi Kalimantan Selatan Tanggal 4 Pebruari 19 66 yang kemudian diubah lagi dengan Peraturan Daerah TK II Hulu Sungai Utara No : 4 Tahun 1974 Tanggal 6 Agustus 1974 maka inilah lambang daerah yang dimiliki :

A. Sebuah perisai berbentuk gothic yang melambangkan benteng pertahanan lahir dan pertahanan bathin.

B. Didalam perisai terdapat lukisan-lukisan :
Kubah, melambangkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kesucian hati untuk melaksanakan segala Perintah-Nya dan Larangan-Nya.
Mihrab, melambangkan kepemimpinan yang jujur dan berwibawa, ketaatan kepada pemimpin yang benar dan ketabahan dalam menghadapi segala kesulitan.
Haur Kuning Tujuh Belas Ruas, merupakan angka keramat berbentuk huruf “U” melambangkan :

U = Utara berarti Hulu Sungai Utara
U = Ulet berarti Tidak pernah putus asa
U = Unggul berarti jaya
U = Mengenangkan para leluhur dan sejarah Hulu Sungai Utara dengan kepurbakalaan Candi Agung, Putri Junjung Buih dan Lambung Mangkurat sebagai cikal bakalnya.

Daun dan Bunga Teratai, melambangkan Hulu Sungai Utara sebagai daerah rawa yang dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Juga saat terbentuknya Kabupaten Hulu Sungai Utara (1 Helai Daun Teratai, 5 Kelopak Bunga, 5 Helai Kelopak Bunga Bagian Bawah, 2 Helai Mahkota Bunga Bagian Atas) sehingga terbentuk angka 1-5-52 ( 1 Mei 1952) hari jadi Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Kapas dan Padi, melambangkan tujuan untuk kemakmuran sandang dan pangan.
Buah Karet dan Daun Karet, melambangkan penghasilan pokok rakyat daerah Hulu Sungai Utara.
Padi, Kapas, dan Buah / Daun Karet, melambangkan bahwa Hulu Sungai Utara adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ( 17 biji buah padi, 8 kuntum bunga kapas, 4 biji buah karet, 5 helai daun karet) memberikan makna 17 – 8 – 45.
Piala, melambangkan, sungai Tabalong dan Sungai Balangan yang bertemu menjadi Sungai Negara yang menuju laut lepas, yang bergelombang lima, berarti Pancasila yang merupakan falsafah hidup bangsa Indonesia umumnya dan masyarakat Hulu Sungai Utara pada khususnya. Kesetiaan terhadap cita-cita yang benar. Keunggulanyang dicapai berkat keuletan dalam usaha.
Bidang Hijau Mendatar, melambangkan kesuburan.
Tepi Keliling (Dalam) Warna Kuning Emas, melambangkan kemuliaan.
Tepi Keliling (Luar) Warna Hitam, melambangkan keteguhan tekad dan kepercayaan terhadappribadi sendiri.

Motto Lambang Bertuliskan “AGUNG” melambangkan :
Agung  : Adalah lambang kata-kata kebenaran yang mengandung nilai       pendidikan, keluhuran budi, dan cita-cita rakyat Hulu Sungai Utara.
Agung     : Adalah kewibawaan dan keluwesan pemerintah mengemban amanah rakyat
Agung     : Adalah besar dan berwibawa serta disegani
Agung     : Adalah kesetiaan, ketaatan, kepatuhan (loyalitas) kepada pemerintah.
Agung     : Dalam bahasa daerah merupakan alat musik tradisional untuk menggerakan masyarakat secara gotong royong untuk mengabdi dan berbakti kepada kepentingan bangsa, negara dan agama.

C. Kesimpulan
AGUNG mengandung makna dengan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewibawaan dan keluwesan pemerintah untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur, sejahtera lahir dan bathin berdasarkan musawarah dan mufakat yang dijiwai oleh semangat proklamasi 17 Agustus 1945 dan UUD 1945 dengan berpijak diatas landasan Pancasila.
Akronim kata AGUNG semakin berkembang pada saat pelaksanaan pembangunan yang dapat diartikan.
A           : Aman dalam situasi
G           : Gagah dalam melaksanakan pembangunan
UNG     : UNGgul dalam meraih prestasi.

Rabu, 13 Juni 2012

Amuntai Kotaku

Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara



Amuntai adalah ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara. Ejaan Amuntai di zaman pendudukan Belanda adalah Amoenthaij, Amoenthay[1].Pada zaman Hindia Belanda dahulu dipakai sebagai nama kawedanan/Distrik Amuntai (Amoenthaij) dan juga pernah dipakai sebagai nama kabupatennya yaitu Kabupaten Amuntai. Dahulu kota Amuntai adalah sebuah kecamatan utuh hingga dimekarkan menjadi 3 kecamatan, yakni :


Amuntai Selatan dengan luas 174 km² dan jumlah populasi penduduk 26.545 jiwa
Amuntai Tengah dengan luas 80,50 km² dan jumlah populasi penduduk 46.631 jiwa
Amuntai Utara dengan luas 37 km² dan jumlah populasi penduduk 21.262 jiwa.[2]

Di kecamatan Amuntai Tengah-lah pusat pemerintahan dan perdagangan kabupaten Hulu Sungai Utara yang ditandai dengan adanya kantor bupati, kantor-kantor dinas pemkab Hulu Sungai Utara, sentra perdagangan, dan sarana/prasarana lainnya dan Amuntai Tengah merupakan kecamatan dengan penduduk terpadat di kabupaten Hulu Sungai Utara.


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Amuntai


Maskot Kota Amuntai


Semua kota mempunyai keunikan dan kekhasan nya sendiri, begitu pula dengan kota amuntai ini. Dikota ini terdapat hewan khas, yaitu “itik mamar” (di kenal dengan sebutan itik alabio) dan ”Kerbau Rawa”.

Kedua binatang ini dijadikan maskot kota amuntai, bahkan di kota amuntai terdapat dua ekor patung itik yang sangat besar dan dua ekor patung kerbau.

Itik


Pada umumnya orang mengenal itik alabio, yang sebenarnya sentral penetasan dan peternakannya terdapat didesa mamar. Desa ini terletak sekitar 5 Km dari kota Amuntai. Dimana didesa ini mayoritas masyarakatnya beternak itik dan menetaskan telur itik. Dalam satu bulan ratusan ribu anak itik ditetaskan didesa ini, untuk selanjutnya dipasarkan. Adapun sebutan itik alabio karena tempat pemasaran utamanya terdapat di alabio kecamatan Sungai Pandan.

Itik mamar sudah merambah pasar nasional, bibit-bibit itik ini dipasarkan sampai keluar provinsi kalimantan selatan. Harga itik dipatok dari besarnya permintaan , perbandingan antara itik jantan dengan itik betina sangat jauh , dimana harga itik betina mencapai 300% sampai 400% lebih mahal dari itik jantan.

Adapun cara penetasan nya ada dua cara:

1. dengan cara menggunakan mesin dengan panas lampu yang sudah otomatis.

2. dengan cara tradisional, yaitu menggunakan peti atau yang disebut dengan “Barunjung”, yang dilapisi dengan sekam padi.


Satu lagi kalau kita berkunjung kekota ini. Yaitu jangan lupa untukmenyantap itik panggang . Itik panggang merupakan makanan favorit dikota ini. Tidak jarang orang dari luar kota berkunjung ketempat ini hanya unuk menyantap itik panggang kahs kota amuntai. Walaupun didaerah lain terdapat rumah makan yang menyediakan itik panggang, namun rasa itik panggang kota amuntai lebih lezat dan nikmat, harganya pun tidak terlalu merogoh kocek kita dalam-dalam.


Kerbau Rawa

Ada lagi fauna khas kota ini, yaitu “ Kerbau Rawa”,atau dengan sebutan masyarakat setempat dikenal dengan sebutan “Hadangan”. Disebut kerbau rawa karena daerah peternakan dan pemeliharaannya didaerah rawa ( Perairan). Hampir 80% wilayah Amuntai adalah lahan rawa.


Tempat peternakan terbesar kerbau rawa ini terdapat di kecamatan Danau Panggang, sekitar 25 Km dari kota amuntai. Di kecamatan ini terdapat beberapa desa peternak kerbau rawa, diantaranya desa sapala dan ambahai . Jumlah kerbau yang diternakkan berjumlah puluhan sampai ratusan ekor, melebihi dari jumlah penduduk disatu desa tersebut.

Kerbau – kerbau dilepas dari kandanganya dari pagi hari . Kerbau-kerbau dilepas tanpa tali ikatan dilehernya, dengan kata lain dilepas bebas. Tapi tentu saja dengan pengawasan gembala gembalanya. Pengembala kerbau menggunakan sampan ( jukung ). Pada sore hari kerbau-kerbau tersebut di bawa kembali kekandangnya oleh para gembala tadi.

Kandang pada masyarakat setempat dikenal dengan sebutan “ Kalang”. Kandang / Kalang terbuat dari balok-balok kayu ulin yang disusun-susun dan ditanjapkan ketanah, pada malam hari kerbau tidur dikandang tanpa ada atap perlindungan yang memadai,kerbau termasuk hewan yang tahan terhadap cuaca dingin, dikarenakan mungkin karena kulit kerbau yang tebal.

Kabupaten Hulu sungai utara


Profil Kabupaten Hulu Sungai Utara
         Hulu Sungai Utara di kenal sebagai salah satu kawasan daerah yang tertinggal dimana 80% luas wilayah nya berupa Rawa, sehingga dianggap tidak Produktif di sisi lain pertumbuhan penduduk lamban, pendapatan asli daerah (PAD) minim, apalagi setelah adanya pemekaran wilayah, kabupaten hulu sungai utara menjadi dua yakni kabupaten hulu sungai utara dan kabupaten balangan.

         Seandainya anda adalah seorang pengambil keputusan maka kemukakan upaya-upaya yang menurut anda dapat di kembangkan guna mewujudkan kabupaten hulu sungai utara yang lebih baik dengan berpijak pada karakteristik/ profol wilayah kabupaten hulu sugai utara.


Sebelum menjawab pertanyaan di atas terlebih dahulu kita harus mengetahui tentang profil kabupaten hulu sungai utara .

Letak Geografis, Iklim dan Curah Hujan
         Ditinjau secara geografis, Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak pada koordinat antara 2º sampai 3º lintang selatan dan 115º sampai 116º bujur timur. Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak di daerah dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 m sampai dengan 7 m di atas permukaan air laut dan dengan kemiringan berkisar antara 0 persen sampai dengan 2 persen.

       Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan geografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Jumlah curah hujan terbanyak di tahun 2005 terjadi pada bulan Februari yang mencapai 359 mm dan pada bulan April yang mencapai 351 mm dengan jumlah hari hujan masing-masing 14 dan 19.

Data penggunaan tanah pada tahun 2005 di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara, yaitu:

 * Kampung seluas 4.283 ha
 * Sawah seluas 23.853 ha
 * Kebun campuran 1.859 ha
 * Hutan rawa 29.711 ha
 * Rumput rawa 22.768 ha
 * Danau seluas 1.800 ha
 * Penggunaan lainnya seluas 1.224 ha

Luas Wilayah

Luas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah ± 892,7 km² atau hanya ± 2,38 persen dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.

         Dengan luas wilayah sebesar 892,7 km² ini, sebagian besar terdiri atas dataran rendah yang digenangi oleh lahan rawa baik yang tergenang secara monoton maupun yang tergenang secara periodik. Kurang lebih 570 km² adalah merupakan lahan rawa dan sebagian besar belum termanfaatkan secara optimal.
Kependudukan
Jumlah penduduk Kabupaten Hulu Sungai Utara berdasarkan hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010 adalah 209.037 jiwa tersebar di 219 kelurahan/desa. Kabupaten dengan luas wilayah 892,7 km² ini memiliki kepadatan penduduk (population density) 220 jiwa per km² dan rata-rata setiap keluarga terdiri dari 4 orang. Laju pertumbuhan penduduk Hulu Sungai Utara antara tahun 2000–2010 sebesar 0,61% dan merupakan urutan terendah untuk kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Lain-lain
Di kabupaten ini terkenal dengan dengan fauna khasnya, yaitu Itik Mamar atau itik Alabio dan kerbau rawa (Latin: Bubalus bubalis) di kecamatan Danau Panggang dan kecamatan Paminggir.


       Sebagaimana kita maklumi bersama keadaan Geografis daerah hampir 80% merupakan daerah rawa,dengan wilayah terbanyak berada di kecamatan Danau Panggang, Babirik, dan Paminggir.Yang di tinjau dari segi pemanfaatannya hanya di pergunakan sebagian kecil oleh masyarakat untuk perikanan dan pertanian serta sebagian besar lagi belum dikelola dengan baik.

      Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara sangat menuntut pemikiran kita bersama untuk memberikan solusi kepada pemerintah daerah yang di harapkan sebagai bahan pertimbangan dalam mengelola segala potensi daerah khususnya pemanfaatan daerah rawa yang belum potensial menjadi daerah rawa yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.


Adapun batas-batas wilayah kabupaten Hulu Sungai Utara adalah sebelah Utara berbatasan dengan propinsi Kalimantan Tengah dan kabupaten Tabalong; sebelah Selatan berbatasan dengan kabupaten Hulu Sungai Selatan dan kabupaten Hulu Sungai Tengah; sebelah Timur berbatasan dengan kabupaten Balangan; dan sebelah Barat berbatasan dengan kabupaten Barito Selatan propinsi Kalimantan Tengah.

Dari total luas wilayah yang ada di kabupaten Hulu Sungai Utara, sebagian besar terdiri atas dataran rendah yang digenangi oleh lahan rawa baik yang tergenang secara monoton maupun yang tergenang secara periodik. Kurang lebih 570 km persegi adalah merupakan lahan rawa dan sebagian besar belum termanfaatkan secara optimal.

Dengan memberdayakan semaksimal mungkin semua potensi yang ada pada hamparan rawa yang menyatu dengan kawasan rawa diharapkan dapat meningkatkan perekonomian HSU. Karena hamparan rawa yang cukup luas atau sejauh mata memandang itu bukan cuma saja potensial dengan sumber daya hayati perikanan, tapi juga berpotensi untuk multi agri bisnis, seperti pengembangan peternakan unggas jenis Itik Alabio dan kerbau.
Selain itu, usaha pertanian tanaman pangan, seperti bercocok tanam padi, terlebih dengan keberadaan Polder Alabio dan dapat berfungsi baik, maka tata air rawa sekitar kawasan tersebut bisa diatur.
dari total luas lahan yang ada di kabupaten Hulu Sungai Utara sebagian besar adalah merupakan hutan rawa dan sebagian besar lainnya merupakan lahan sawah. Hal ini menunjukkan bahwa kabupaten Hulu Sungai Utara merupakan daerah agraris.

Jadi lahan rawa dapat kita gunakan sebagai alternatif mata pencaharian masyarakat ditengah sulitnya mencari pekerjaan,pemerintah harus sangat memerhatikan dan menggunakannya dengan tepat sasaran sehingga lahan rawa tersebut di gunakan masyarakat dengan terkoordinir sehingga berjalan dgn baik.

Batas Wilayah Administrasi
 Kabupaten yang terletak di bagian utara Provinsi Kalimantan Selatan ini memiliki batas-batas wilayah:

Sebelah utara                : Kabupaten Barito Selatan dan Kab. Tabalong,
 Sebelah selatan            : Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kab. Hulu Sungai Selatan;
 Sebelah timur               : Kabupaten Balangan,
 Sebelah barat               : Kabupaten Barito Selatan (Provinsi Kalimantan Tengah).

Letak Geografi
 Kabupaten Hulu Sungai Utara secara geografis terletak antara koordinat 2°17 sampai 2°33 Lintang Selatan dan antara 114°52 sampai 115°24 bujur Timur.  Kabupaten Hulu Sungai Utara mempunyai luas wilayah 892,7 km2 atau hanya 2,38 persen dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan

Kamis, 12 April 2012

Misteri Danau Toba Bergolak Saat Gempa Aceh

Tak semua orang tahu peristiwa 70.000 tahun lalu di wilayah yang kini menjadi Danau Toba.

Jum'at, 13 April 2012, 06:05 WIB
VIVAnews -- Gempa 8,5 Skala Richter yang mengguncang Aceh, Rabu 11 April 2012 dirasakan hampir di semua wilayah Sumatera. Tak terkecuali warga yang tinggal di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, danau vulkanik terbesar di dunia.

Selama sekitar lima menit, bumi berguncang cukup kuat. Warga Parapat dan Pulau Samosir berhamburan ke luar rumah. Mereka yang kebetulan berada di tepi danau menjadi saksi dari peristiwa yang tak biasa.

Air Danau Toba yang biasanya tenang membentuk pusaran, laiknya air sungai deras. Meski tak mungkin terjadi, tak sedikit warga menduga, bakal ada tsunami dari tengah danau. Lihat videonya di tautan ini.

Apa yang membuat air Toba bergolak?

Saat dihubungi, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG kelas I Polonia, Hartanto mengaku belum mengetahui soal fenomena aneh itu. "Kami baru mendengarnya sekarang. Secara teori, bisa jadi itu disebabkan oleh guncangan gempa kuat yang melanda wilayah Aceh," kata dia kepada VIVAnews.com, Kamis 12 April 2012 malam.

Dia menambahkan, lindu Rabu lalu memang terasa sangat kuat di wilayah Sumatera Utara, dengan durasi lumayan panjang, hampir lima menit. "Ibarat air di dalam ember, kalau kita guncang dia akan bergerak," tambah dia.

Bagaimana dengan dugaan bergolaknya air terkait aktivitas gunung api di dasar Danau Toba? Hartanto tak memberi jawaban. "Silakan hubungi BBMKG Wilayah 1 Medan, mereka lebih pas memberikan informasi mengenai ini," ujar dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wil I Medan, Hendra Suwarta mengatakan pergolakan air di Danau Toba bisa saja terjadi karena episentrum gempa tak jauh dari wilayah Sumatera Utara. Hingga getaran terasa kuat. Sementara, soal gunung di dasar Toba, "gempa tersebut belum akan menggangu aktivitas magma di dasar Danau Toba."

Hendra menerangkan, lapisan batuan yang menutupi magma Danau Toba tebalnya berkisar antara 30 sampai 40 kilometer. "Ini merupakan lapisan batu yang paling tebal di Indonesia. Umurnya ratusan ribu tahun. Tidak ada masalah mengenai itu," kata dia.

Ia juga mengaku baru mendengar kabar bergolaknya air Danau Toba. "Kami akan langsung kordinasi dengan BMKG diwilayah Parapat (Danau Toba), kami punya kantor juga di sana," tambah Hendra.
Kisah letusan Gunung Toba
Tak semua orang tahu peristiwa sekitar 70.000 tahun lalu di wilayah yang kini menjadi Danau Toba. Kala itu, terjadi letusan dahsyat gunung api purba, yang diyakini terbesar dalam kurun waktu 2 juta tahun terakhir. Toba sebelumnya adalah gunung purba.

Seperti dimuat situs Badan Antariksa AS, NASA, dalam waktu sekitar dua minggu, ribuan kilometer kubik puing dimuntahkan dari Kaldera Toba di Sumatera Utara. Aliran piroklastik--awan yang merupakan campuran gas panas, serpihan batu, dan abu--mengubur wilayah sekitar 20.000 kilometer persegi di sekitar kaldera.

Di Pulau Samosir, tebal lapisan abu bahkan mencapai 600 meter. Abu Toba juga menyebar ke seluruh dunia. Di India misalnya, ketebalan abu sampai 6 meter.

Pasca letusan, Gunung Toba kolaps, meninggalkan kaldera modern yang dipenuhi air--menjadi Danau Toba. Sementara, Pulau Samosir terangkat oleh magma di bawah tanah yang tidak meletus. Gunung Pusuk Buhit di dekat danau itu juga terbentuk pasca letusan.

Awalnya ilmuwan menduga, letusan Toba menyebabkan penurunan suhu global hingga 10 derajat Celcius selama hampir satu dekade dan membinasakan sebagian besar umat manusia. Meski penelitian terbaru menyebut, efek cuaca yang disebabkan letusan Toba tak sedahsyat itu.

kisah inspiratif

Siti Penjual Bakso berusia 7 Tahun

Siti, seorang bocah yatim yang ditinggal mati ayahnya sejak usia 2 tahun. Kini Siti berumur 7 tahun. Sehari-hari sepulang sekolah Siti masih harus berkeliling kampung menjajakan bakso. Karena ia masih anak-anak, tentu belum bisa mendorong rombong bakso. Jadi bakso dan kuahnya dimasukkan dalam termos nasi yang sebenarnya terlalu besar untuk anak seusianya. Termos seukuran itu berisi kuah tentu sangat berat.
Tangan kanan menenteng termos, tangan kiri menenteng ember plastik hitam berisi mangkok-mangkok, sendok kuah, dan peralatan lain. Dengan terseok-seok menenteng beban seberat itu, Siti harus berjalan keluar masuk kampung, terkadang jalanannya menanjak naik. Kalau ada pembeli, Siti akan meracik baksonya di mangkok yang diletakkan di lantai. Maklum ia tak punya meja. Terkadang jika ada anak yang membeli baksonya, Siti ingin bisa ikut mencicipi. Tapi ia terpaksa hanya menelan ludah, menahan keinginan itu. Setelah 4 jam berkeliling, ia mendapat upah 2000 perak saja! Kalau baksonya tak habis, upahnya hanya Rp. 1000,- saja. Lembaran seribuan lusuh berkali-kali digulung-gulungnya.
Sampai di rumah, Siti tak mendapati siapapun. Ibunya jadi buruh mencangkul lumpur di sawah milik orang lain. Tak setiap hari ia mendapat upah uang tunai. Terkadang ia hanya dijanjikan jika kelak panenan berhasil ia akan mendapatkan bagi hasilnya. Setiap hari kaki Ibunda Siti berlumur lumpur sampai setinggi paha. Ia hanya bisa berharap kelak panenan benar-benar berhasil agar bisa mendapat bayaran.

Hari itu Siti ingin bisa makan kangkung. Ia pergi ke rumah tetangganya, mengetuk pintu dan meminta ijin agar boleh mengambil kangkung. Meski sebenarnya Siti bisa saja langsung memetiknya, tapi ia selalu ingat pesan Ibunya untuk selalu minta ijin dulu pada pemiliknya. Setelah diijinkan, Siti langsung berkubang di empang untuk memetik kangkung, sebatas kebutuhannya bersama Ibunya. Petang hari Ibunya pulang. Siti menyerahkan 2000 perak yang didapatnya. Ia bangga bisamembantu Ibunya. Lalu Ibunya memasak kangkung hanya dengan garam. Berdua mereka makan di atas piring seng tua, sepiring nasi tak penuh sepiring, dimakan berdua hanya dengan kangkung dan garam. Bahkan ikan asin pun tak terbeli, kata Ibunda Siti.
Bayangkan, anak sekecil itu, pulang sekolah menenteng beban berat jualan bakso keliling kampung, tiba di rumah tak ada makanan. Kondisi rumahnya pun hanya sepetak ruangan berdinding kayu lapuk, atapnya bocor sana-sini. Sama sekali tak layak disebut rumah. Dengan kondisi kelelahan, dia kesepian sendiri menunggu Ibunya pulang hingga petang hari.
Sering Siti mengatakan dirinya kangen ayahnya. Ketika anak-anak lain di kampung mendapat kiriman uang dari ayah mereka yang bekerja di kota, Siti suka bertanya kapan ia dapat kiriman. Tapi kini Siti sudah paham bahwa ayahnya sudah wafat. Ia sering mengajak Ibunya ke makam ayahnya, berdoa disana. Makam ayahnya tak bernisan, tak ada uang pembeli nisan. Hanya sebatang kelapa penanda itu makam ayah Siti. Dengan rajin Siti menyapu sampah yang nyaris menutupi makam ayahnya. Disanalah Siti bersama Ibunya sering menangis sembari memanjatkan doa. Dalam doanya Siti selalu memohon agar dberi kesehatan supaya bisa tetap sekolah dan mengaji. Keinginan Siti sederhana saja : bisa beli sepatu dan tas untuk dipakai sekolah sebab miliknya sudah rusak.
Kepikiran dengan konsidi Siti, dini hari terbangun dari tidur saya buka internet dan search situs Trans7 khususnya acara Orang-Orang Pinggiran. Akhirnya saya dapatkan alamat Siti di Kampung Cipendeuy, Desa Cibereum, Cilangkahan, Banten dan nomor contact person Pak Tono 0858 1378 8136.

Usai sholat Subuh saya hubungi Pak Tono, meski agak sulit bisa tersambung. Beliau tinggal sekitar 50 km jauhnya dari kampung Siti. Pak Tono-lah yanmenghubungi Trans7 agar mengangkat kisah hidup Siti di acara OOP. Menurut keterangan Pak Tono, keluarga itu memang sangat miskin, Ibunda Siti tak punya KTP. Pantas saja dia tak terjangkau bantuan resmi Pemerintah yang selalu mengedepankan persyaratan legalitas formal ketimbang fakta kemiskinan itu sendiri. Pak Tono bersedia menjemput saya di Malimping, lalu bersama-sama menuju rumah Siti, jika kita mau memberikan bantuan. Pak Tono berpesan jangan bawa mobil sedan sebab tak bakal bisa masuk dengan medan jalan yang berat.
Saya pun lalu menghubungi Rumah Zakat kota Cilegon. Saya meminta pihak Rumah Zakat sebagai aksi “tanggap darurat” agar bisa menyalurkan kornet Super Qurban agar Siti dan Ibunya bisa makan daging, setidaknya menyelematkan mereka dari ancaman gizi buruk. Dari obrolan saya dengan Pengurus Rumah Zakat, saya sampaikan keinginan saya untuk memberi Siti dan Ibunya “kail”. Memberi “ikan” untuk tahap awal boleh-boleh saja, tapi memberdayakan Ibunda Siti agar bisa mandiri secara ekonomi tentunya akan lebih bermanfaat untuk jangka panjang. Saya berpikir alangkah baiknya memberi modal pada Ibunda Siti untuk berjualan makanan dan buka warung bakso, agar kedua ibu dan anak itu tidak terpisah seharian. Siti juga tak perlu berlelah-lelah seharian, dia bisa bantu Ibunya berjualan sambil belajar.
Mengingat untuk memberi “kail” tentu butuh dana tak sedikit, pagi ini saya menulis kisah Siti dan memforward ke grup-grup BBM yang ada di kontak BB saya. Juga melalui Facebook. Alhamdulillah sudah ada beberapa respon positif dari beberapa teman saya. Bahkan ada yang sudah tak sabar ingin segera diajak ke Malimping untuk menemui Siti dan memeluknya. Bukan hanya bantuan berupa uang yang saya kumpulkan, tapi jika ada teman-teman yang punya putri berusia 7-8 tahun, biasanya bajunya cepat sesak meski masih bagus, alangkah bermanfaat kalau diberikan pada Siti.
Adapula teman yang menawarkan jadi orang tua asuh Siti dan mengajak Siti dan Ibunya tinggal di rumahnya. Semua itu akan saya sampaikan kepada Pak Tono dan Ibunda Siti kalau saya bertemu nanti. Saya menulis artikel ini bukan inginmenjadikan Siti seperti Darsem, TKW yang jadi milyarder mendadak dan kemudian bermewah-mewah dengan uang sumbangan donatur pemirsa TV sehingga pemirsa akhirnya mensomasi Darsem. Jika permasalahan Siti telah teratasi kelak, uang yang terkumpul akan saya minta kepada Rumah Zakat untuk disalurkan kepada Siti-Siti lain yang saya yakin jumlahnya ada beberapa di sekitar kampung Siti.
Mengetuk hati penguasa formal, mungkin sudah tak banyak membantu. Saya menulis shout kepada Ibu Atut sebagai “Ratu” penguasa Banten ketika kejadian jembatan ala Indiana Jones terekspose, tapi toh tak ada respon. Di media massa juga tak ada tanggapan dari Gubernur Banten meski kisah itu sudah masuk pemberitaan media massa internasional. Tapi dengan melalui grup BBM, Facebook dan Kompasiana, saya yakin masih ada orang-rang yang terketuk hatinya untuk berbagi dan menolong. Berikut saya tampilkan foto-foto Siti yang saya ambil dari FB Orang-Orang Pinggiran. Semoga menyentuh hati nurani kita semua.

Video Siti Bocah Cilik Penjual Bakso dengan untung Rp 2000/hari

Suara siti pas nawarin bakso bikin ane nangis, gan Banyak yang tergerak untuk membantu Siti bocah penjual bakso baik melalui komunitas kaskus, kompasiana maupun bantuan dari Trans7. Diharapkan orang pinggiran seperti Siti dapat tertolong dengan bantuan teknologi informasi dari para dermawan di kota besar. Ayo kita bantu Siti Bocah Penjual Bakso!

kisah inspiratif

Kakek Penjual Amplop di ITB

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.
Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat Kakek tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu Kakek itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri Kakek tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkus plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi Kakek tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.
Kakek itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.
Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Kakek itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Kakek cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si Kakek tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, Kakek tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.
Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat Kakek tua itu untuk membeli makan siang. Si Kakek tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “Kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.

Si Kakek tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya Kakek tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si Kakek tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.
Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si Kakek tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si Kakek tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si Kakek tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini. Tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata. Mari kita bersedekah lebih banyak kepada orang-orang yang diberikan kemampuan ekonomi lemah. Allah akan membalas setiap sedekah kita, amiin